LHI ditangkap karena diduga terlibat suap menyuap impor sapi. Konon ini adalah puncak gunung es bagaimana partai politik menjadikan kementrian sebagai ATM.

Tapi ada sebuah pertanyaan besar, apakah suap sesuatu yang lumrah di masyarakat kita? sebegitu pemisifkah kita dengan aksi suap-menyuap? apa batasan suap-menyuap?

Banyak yang masuk jadi PNS pake suap. Minta dukungan partai untuk pilkada pake mahar. ditilang polisi pake uang damai. ketemu kiai bawa amplop. mau dapat proyek harus memberi uang dulu.

Jangan-jangan kita memang sedang berada dalam gawat-darurat suap. Makanya gerakan hidup halal yang diinisiasi oleh NU dan Muhammadiyah tidak laku, karena masyarakat — terutama elit –kita tak siap hidup halal. 

Tinggalkan Balasan