Kategori
Artikel

Mendapatkan PIN Google Adsense, Perjuangan Berbulan-bulan

Proses menjadi mitra youtube seutuhnya itu panjang banget. Kemarin saya baru mendapatkan surat berisi PIN Adsense yang dikirim dari Malaysia. Jadi sesuai postingan sebelunya, kamis minggu lalu saya ke Kantor Pos besar Tangerang dan menanyakan PIN tersebut. Petugas di sebuah ruangan mencarinya di tumpukan surat-surat dari google adsense. Jadi guys, untuk yang sudah mengajukan berkali-kali dan cukup lama, tanyakanlah ke kantor pos cabang kota-mu. Dalam kasus ini ruangan surat dari adsense berada di ruangan yang sama dengan barang-barang dari luar negeri yang memang kudu diambil sendiri. Mungkin karena suratnya dateng dari Malaysia.

Nah waktu itu, surat buat saya tidak ada di tumpukan. Namun Pak Pos yang ramah meminta saya meninggalkan nama, alamat dan no HP. Pulanglah saya dengan gontai pada hari itu.

Namun saya sudah mendapatkan plan B, jika sudah maksimal pengajuan (3X), maka masih ada alternatif lain tanpa harus menunggu surat berisi PIN. Karena itu saya ajukan lagi saja.

Ndilalah, kemarin ada Pak Pos datang, menyampaikan surat dari google Adsense sambil mengatakan, “Maaf Pak, suratnya baru ketemu”

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Screen-Shot-2021-01-27-at-11.55.27-1024x977.png

Wah bahagia rasanya. Ternyata waktu saya diminta menuliskan nama, alamat dan no. HP, mereka betul-betul mencari, tidak basa-basi. Keren banget.

jadilah langsung saya unboxing dan buat videonya di channel youtube saya.

Kenapa kok heboh banget sih Abah?

Sederhana.

Proses jadi youtuber ini cukup melelahkan. Saya bisa dikatakan serius mengelola akun yotube abah hamid tanggal 27 April 2020 dengan woro-woro di Grup Ikatan Dosen republik Indonesia. Idenya saling support, karena dosen di era pandemi harus melaksanakan PJJ. Kenapa tidak nyambi ngeyoutube? toh juga mengisi dunia digital dengan hal-hal positif.

Waktu itu payung bersambut dan rekan-rekan sangat bersemangat, usul saya diserbu komentar 4700-an . Sampai ada grup dosen youtuber Indonesia segala.

Nahap tahap tersulit adalah memenuhi syarat 1000 subscriber dan 4000 jam tayang. Saya memenuhi syarat itu pada tanggal 1 Juni 2020. Subscriber saya mencapai 1012 dan jam tayang mencapai 4148. Syarat 4000 jam tayang sebetulnya lebih sulit, namun karena ada konten saya yang viral, saya mencapainya di tanggal 26 Mei dengan 4008jam tayang.

Nah setelah itu mengurus akun adsense, ada kendala namun bisa diatasi. Verifikasi rekening dan identitas juga bisa diselesaikan.

Sampailah pada momen ter-ngeselin. Entah kenapa perusaan High-Tech seperti Google masih harus menggunakan sistem verifikasi alamat dengan menggunakan surat konvensional. Di sinilah dramanya terjadi. Dua pengajuan yang saya sampaikan di Agustus dan November, tidak menunjukkan hasil. Tak ada surat berisi PIN datang ke alamat.

Inilah yang membuat saya agak down dan membuat channel saya tidak diupdate berbulan-bulan. Ditambah load pekerjaan yang menggila.

Sampai di kamis minggu lalu saya mencari berbagai informasi. Dan memutuskan saat itu juga ke kantor pos Tangerang.

Dan dimulailah cerita di awal tulisan ini.

Hmm, doakan penbdapatannya segera sampai 2M ya, he he

Kategori
Artikel

Sudah di 2021

Tahun ini benar-benar aneh

Saya seperti nyeplos begitu saja ke tahun yang baru.

Nyeplos = Istilah saya untuk tiba-tiba udah masuk aja

Jika di tahun-tahun sebelumnya tahun baru disertai harapan baru, semangat baru atau resolusi baru, tahun ini seperti, “yah gitu aja”…

Jika tahun lalu berjibaku dengan pandemi dan (sempat) berharap tahun 2021 akan sudah lebih baik, awal tahun justru ditandai dengan pandemi yang semakin meluas.

Kabar-kabar di awal tahun adalah kabar-kabar sakit dan meninggalnya orang-orang yang dikenal dan dekat. Padahal di tahun lalu covid-19 masih seperti jauh.

Maka tulisan ini memang saya tunda-tunda. Saya ingin menulis ketika memang ada sebuah harapan yang muncul, ibarat mentari di ufuk timur.

Tapi tahun lalu memang amazing (baca: emejing).

Covid-19 mengubah cara kerja saya.

Sebagai pengajar di kampus, saya dan mahasiswa dipaksa untuk belajar jarak jauh. Untunglah kita udah membiasakan diri sebelumnya. Waktu jadi Kaprodi, ada beberapa mata kuliah yang memang sudah di set-up untuk hybrid. Jadi ketika PJJ sudah gak terlalu kaget. Yang kaget pastinya mahasiswa karena saya yakin sebagian memiliki kuota terbatas.

Tahun 2020 saya juga belajar jadi content creator. Emejing banget sih, hanya dalam 3 bulan (semenjak serius), chanel saya sudah monetize. Artinya udah dapet 1000 subscriber dan 4000 jam tayang. Cuma yang bikin kezel memang nunggu PIN Adsense yang gak dateng-dateng, sampai saat ini.

Tapi hari ini saya memutuskan untuk melanjutkan chanel youtube saya dengan serieus. Siapa tahu bisa kayak Upin Ipin dapet diamond play button

Tahun 2020 juga saya mulai kembali beraktivitas outdoor lebih sering. Awalnya sih karena gabung di Grup Bushcraft Indonesia di FB. Terus tahun November dan Desember ikut dua event buschcraft. Rasanya seru, belajar kembali ke alam: pasang tenda, belajar bikin api, masak-masak, pasang hammock, dan sebagainya. Seru banget. Tapi Januari ini nahan diri karena covid meluas dan kondisi alam lagi gak ramah. Tapi pelan-pelan peralatan outdoor semakin lengkap. Tenda ada dua (salah satunya muat 10 orang), alat masak komplit, alat hiking, dan yang terpenting pisau-pisau saya bertambah terus. Nanti saya review deh, pisau lokal sama interlokal.

Ada yang mau kemping bareng saia? kuy

Yang terpenting juga di tahun 2020 saya lebih punya waktu untuk diri sendiri. Sebelumnya nyaris gak pernah berhenti. Sepulangnya sekolah doktor saya langsung jadi Kaprodi MAP, dilanjut Kaprodi IP. Ndilalah gagal jadi Dekan dan niat awal ngurusi kampus, internasionalisasi dan mahasiswa harus diubah jadi ngurusi diri sendiri dan anak-anak. Tentunya ini waktu berharga karena ada ruang-ruang pijat refleksi yang lebih luas tentang hidup dan kehidupan.

Harusnya ini waktu yang pas juga untuk membuat publikasi yang serius.

Hanya problem mood yang semakin parah. Saya biasanya memiliki niat kuat. Niat ini diperkuat dengan nonton Drama Korea untuk membangun mood. Ndilalah jadinya binge-watching, nonton terus-terusan, ha ha. Parah ya…

Apa lagi ya catetan buat 2020?

Oh ya, saya gagal postdoc ke Jepun. Sedih tapi ya gak apa-apa.

Saya juga terlibat dalam seleksi jabatan tinggi di salah satu Kabupaten. Ini menyenangkan karena bisa belajar pada para senior.

****

Nah, sekarang kita udah nyeplos ke 2021.

Kita memulai tahun ini dengan kegetiran.

Tapi tentu saja getir gak boleh lama-lama.

Saya memutuskan kembali ke ruang publik. Walaupun mempertimbangkan covid-19, pastinya akan lebih banyak di dunia digital.

Tulisan ini salah satunya.

Dulu, blog ini salah satu rujukan terpenting di Indonesia untuk para dosen. Serius. Saya gak kenal banyak kolega dosen. Tapi banyak diantara mereka merujuk blog ini ketika memulai atau melanjutkan karir sebagai dosen.

Sekarang positioningnya tentu sudah berubah. Ketika saya cukup lama non-aktif, banyak kolega baru bermunculan dengan tulisan tentang pendidikan tinggi. Saya senang juga sih dengan kesemarakan ini.

Jadi, yang penting blog ini akan kembali diisi.

Saya bertanggungjawab kepada follower.

Selebihnya, tunggu tulisan selanjutnya ya….

Kategori
Artikel

Kuliah Metode Penelitian Kualitatif: Mencari Data

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki peneliti kualitatif, adalah kemampuan mengumpulkan data. Sebagaimana diketahui, peneliti kualitatif harus terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang baik.

Berikut adalah materi perkuliahan tentang mengumpulkan data kualitatif. Silahkan didownload link berikut.

Sebagai tugas dan kehadiran, buat resume maksimal 2 halaman dari bahan di atas dan kirimkan ke email bencicorona@gmail.com, paling lambat 8 Oktober 2020. Dengan subject : Tugas1MPA, NAMA, NIM, kelas

Kategori
Artikel

Bahan dari Buku Studi Ilmu Politik #1

Kuliah pertama PIP menyajikan konsep-konsep dasar dalam ilmu politik. Hal ini berangkat dari pemahaman bahwa pemahaman terhadap ilmu politik tidak bisa berdimensi tunggal.

Materi dalam bagian ini akan dibahas dalam beberapa pertemuan. Silahkan dapatkan dan  baca bahan kuliah dengan mengklik gambar berikut.

Screenshot 2018-08-07 00.08.50

Pastikan anda mendownload dan membaca. Serta sebagai bukti kehadiran, buat komentar berisi: Nama, NPM, Kelas, Komentar…

Kategori
Artikel

Peringkat Nasional Untirta Menurut Kemdikbud (Revisi 18 Agustus 2020)

Tulisan ini merupakan catatan yang saya titipkan di blog ini. Musababnya saya ingin tahu peringkat Untirta, kampus tempat saya mengajar secara pasti.

Peringkat ini versi Kemdikbud/Kemristekdikti dulu saja ya, ingin tahu fluktuasinya.

Berikut  pemeringkatan tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020 yang masih anget dari kompor. Semoga bermanfaat.

Oh iya, berikut breakdown atau penjelasannya per-tahun. Saya update ini biasanya di tanggal 17 atau 18 Agustus setiap tahunnya, sesuai rilis Kemendikbud.

  1. Tahun 2015

Tahun 2015 belum ada mekanisme searching (pemeringkatan) dengan menggunakan kolom search. Jadi berbasis dokumen pemeringkatan yang dikeluarkan Kementerian. Dokumennya bisa diklik di sini.

Untirta berada di peringkat 194.

Screenshot 2018-03-15 14.32.56

2. Tahun 2016

Tahun 2016 Untirta sudah menggunakan halaman khusus pencarian peringkat. Jika diklik dan dimasukkan Kode Untirta 0001042 maka didapatkan peringkatnya naik ke 74.

Screenshot 2018-03-15 14.06.45

3. Tahun 2017

Sama mekanismenya dengan tahun 2016. Hasilnya tahun 2017 turun ke peringkat 83

Screenshot 2018-03-15 14.06.57

4. Tahun 2018

Pemeringkatan tahun 2018 didapatkan dari rilis Kemristekdikti. Untirta berada di peringkat 88 untuk Perguruan Tinggi Non Vokasi. Wah nampaknya persaingan semakin ketat.

Screenshot 2018-08-17 17.12.45Screenshot 2018-08-17 17.12.54

Dengan demikian Untirta berada di Klaster 2. Untuk klasterisasi bisa disimakfin160818_Laporan Klasterisasi PT Indonesia 2018.

5. Tahun 2019

Untirta menempati peringkat 81. Dalam rilisnya, Kemristek menggunakan indikator yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Indikatornya yaitu:

WhatsApp Image 2019-08-19 at 1.33.10 PM

Berikut listnya…

WhatsApp Image 2019-08-16 at 6.00.48 PMWhatsApp Image 2019-08-16 at 6.00.48 PM (1)WhatsApp Image 2019-08-16 at 6.00.49 PMWhatsApp Image 2019-08-16 at 6.00.49 PM (1)

6. Tahun 2020

Pemeringkatan kali ini mirip dengan sistem tahun 2016 dan 2017. Dirjen Dikti menyebutnya dengan Klasterisasi.

Mengeceknya dengan memasukan kode Perguruan Tinggi ke link berikut: http://klasterisasi-pt.kemdikbud.go.id/

Oh ya, kode Perguruan Tinggi bisa didapatkan di link berikut. 

Tahun 2020 ini, Untirta menempati urutan 139 dan Klaster 3. Menurun jauh ya 🙁

Kategori
Artikel

Peringkat Nasional Untirta Menurut Webometrics, 2016 – 2020

Belakangan ramai tulisan dan perbincangan tentang peringkat kampus menurut Webometrics. Nah, jadilah saya mengadakan penelusuran tentang hal tersebut untuk kampus tempat saya mengajar: Untirta. Tentu pemeringkatannya di tingkat nasional, belum dunia.

Kalau dilihat, naiknya peringkat Untirta tidak lepad dari tangan dingin Kapusdainfo, Pak Anis. Salah satu yang dilakukan adalah integrasi domain. Domain Untirta adalah untirta.ac.id, namun sampai tahun lalu domain fisip adalah fisip-untirta.ac.id. Nah dengan diintegrasikannya semua domain fakultas menjadi sub-domain universitas, tentu membawa serta rangkaian gerbong banyak hal di belakangnya. Hal simpel yang dieksekusi dan berpengaruh banyak. Bravo Pak Anis.

Nah ketika saya mengumpulkan data webometrics Untirta tahun-tahun lalu, sayangnya sulit sekali mendapatkan file resmi karena versi tahun-tahun sebelumnya tidak tesedia di website webometrics, hanya yang terbaru. Jadilah saya mengambil dari berbagai sumber sekunder, tulisan berbagai blog atau website yang mengutip pemeringkatan webometrics untuk tingkat nasional Indonesia lima tahun terakhir. Hasilnya di bawah ini, mangga disimak:

No Tahun Peringkat Sumber
1 Juli 2016 59 http://imam.mercubuana-yogya.ac.id/blog/2016/07/30/webometric-indonesia-edisi-juli-2016-peringkat-1-200/
2 Januari 2017 75 http://www.kampusundip.com/2017/02/100-kampus-terbaik-indonesia-webometrics.html
3 Juli 2017 68 https://unycommunity.com/universitas-terbaik-di-indonesia-versi-webometrics-juli-2017/
4 Januari 2018 59 https://unycommunity.com/universitas-terbaik-di-indonesia-versi-webometrics-januari-2018/
5 Juli 2018 68 https://sekolahmilenia.wordpress.com/2018/03/18/100-peringkat-perguruan-tinggi-berdasarkan-webometrics-di-indonesia-tahun-2018/
6 Januari 2019 83 https://abdulhamid.id/wp-content/uploads/2020/08/Webometrics-Jan-2019.jpeg
7 Juli 2019 119 https://www.depoedu.com/2019/07/31/edu-talk/daftar-peringkat-perguruan-tinggi-di-jabodetabek-tahun-2019-menurut-lembaga-peringkat-webometrics/
8 2020 57 https://www.webometrics.info/en/asia/indonesia%20

Daftar di atas belum lengkap. Kalau ada yang punya versi Januari 2020, boleh dishare di kolom komentar ya, biar lengkap… tengkyu. Kalau ada koreksi juga, monggo…

Oh ya, bulan Agustus ini biasanya ada pemeringkatan resmi secara nasional oleh Kemdikbud, jadi kita tunggu update untuk peringkat nasional Untirta di laman ini: https://abdulhamid.id/2019/08/17/peringkat-untirta-menurut-kemristekdikti/

Tabik

Kategori
Artikel

Mengurus Perpanjangan SIM di Saat Wabah Corona

Kebeneran SIM saya habis di tanggal 10 April lalu. Nah karena berada di rentang tanggal 17 Maret sampai 29 Mei 2020, maka saya mendapat dispdensasi untuk mengurusnya sampai tanggal 31 Agustus.

Awalnya saya datang ke SDC, namun di sana jatah hanya 50 pemohon saja. Juga harus mengambil nomor antrian jam 1 malam – jam 5 subuh. Nah petugas menyarankan ke Satpas SIM Tangerang Selatan di Cilenggang.

Kemarin baru sempat ke Cilenggang, tidak perlu daftar online langsung dateng saja. Dan dalam satu jam SIM saya sudah jadi. Yuks ditonton prosesnya…

Kategori
Artikel dosen youtuber

Rahasia Upin Ipin Mendapatkan Diamond Play Button

Berikut adalah video, kenapa Studio Les’ Copaque yang memproduksi Upin dan Ipin mendapatkan Diamond Play Button, sebuah award dari Youtube untuk content creator yang sudah mendapatkan 10jt subscriber. Yuk disimak

 

Kategori
Artikel dosen youtuber

The Next Level sebagai Dosen Youtuber

Yiay…

Akhirnya, lewat sehari dari bulan Mei, saya berhasil memenuhi tantangan sebagai youtuber untuk memenuhi syarat monetisasi akun youtube.com/abahhamid. Tantangannya bukan monetize lho ya, tapi memenuhi syaratnya, yaitu mendapatkan 1000 subscriber dan 4000 jam tayang dalam setahun terakhir.

Sekarang proses monetisasinya sedang berproses. Pastinya ada kendala karena ternyata duluuuuu sebagai blogger saya pernah menggunakan adsense dan cilakanya akun adsense saya tersebut masih aktif, bahkan ada uang yen-nya dan memakai lokas negara Jepang dan rekening Bank Jepun. Saya biarkan berproses dulu, nanti akan buat akun adsense baru dan menggantinya.

Screenshot 2020-06-02 04.23.26

Pola saya agak berbeda dengan teman-teman youtuber lain. Biasanya youtuber pemula lebih sulit mendapatkan 4000 jam tayang daripada 1000 subscriber. 1000 subscriber bisa didapatkan dengan cara promosi via medsos, bertukar subscriber, dan lain-lain. Tapi jam tayang hanya bisa dilakukan dengan membuat orang tertarik dan menonton video kita.

Nah WFH ini memberi berkah buat saya. Salah satu video saya, tutorial menggunakan google meet ternyata viral dan sampai hari ini ditonton oleh sekitar 70rb orang dan terus bertambah. Ini mendongkrak channel saya secara keseluruhan sekaligus menduduki ranking pertama dalam pencarian youtube untuk keywords terkait google meet.

Beberapa video lain cukup baik di kisaran ribuan, walaupun bahkan belum menembus angka 5000 sampai hari ini.

Screenshot 2020-06-02 04.15.01

Dan itu menariknya juga, video-video tutorial masih berjaya.

Sementara video terkait isu sosial politik justru tidak terlalu banyak peminatnya.

Jadi buat saya, syarat 4000 jam tayang sudah terpenuhi beberapa hari sebelum syarat 1000 subscriber terpenuhi😅. Aneh memang.

Nah sementara ini saya memutuskan untuk mengkombinasikan keduanya. Video-video tutorial sesuai kebutuhan audiens tetap akan saya produksi, sementara video tentang materi dan isu sosial politik sebagai genre akun youtube ini dan ekspresi idealisme saya sebagai dosen jelata, tentunya akan mulai lebih banyak dan agresif.

Maka menandai terpenuhinya 1000 subscriber dan 4000 jam tayang ini saya menggelar diskusi live streaming youtube “Ngopi Bareng Abah” dengan tema Kebebasan Akademik, Terancam? dengan mengundang Dr. Iqrak Sulhin, bisa disaksikan di bawah ini

Oh ya, bagaimana cara mudah membuat live streaming tanpa harus menginstall software apapun ada di tautan ini.

Kategori
Artikel

Bertemu Anak-anak SMA

Siang tadi saya bertemu dengan sekitar 80-an anak SMA. Tentu pertemuan ini di ruang virtual. Kang Sobri, kawan lama yang terakhir berjumpa 15 tahun lalu dan menjadi Guru di sebuah SMA di Tangerang mengajak kolaborasi. Membicarakan tentang Efektivitas belajar di rumah.

Saya senang sekali, walaupun sudah jaraaaang sekali ngobrol dengan anak SMA.

Kebanyakan sama mahasiswa dan orang-orang tua, he he.

Anyway, saya selalu percaya dan takjub dengan anak-anak muda.

Apalagi saya (merasa) sudah tidak muda lagi.

Saya merasa anak-anak muda ini akan menghadirkan keajaiban pada bangsa ini pada saatnya nanti.

Mungkin banyak yang bilang kalau mereka banyak maunya, bosenan, susah diatur, dan sebaginya.

Tapi bukankah harusnya begitu anak-anak muda itu?

Kita yang lebih tua seharusnya memberi ruang dan “sedikit” guidance saja agar keluar versi terbaik dari anak-anak muda itu.

Ketika berdiskusi dan beberapa anak mengeluh bosan, saya menyampaikan sesuatu.

Bosan ini manusiawi. Semua bosan menjadi “Tahanan rumah” di era Pandemi Covid-19 ini.

Tapi saya bilang, era belajar di rumah ini adalah era belajar naik level di hal-hal yang disukai atau digemari. Saatnya naik level di hobby kita masing-masing.

Mengusir bosan dengan main game itu wajar-wajar saja. Tapi kenapa tidak naik level sampai bisa jadi pemain e-sport yang jago?

Semua kita pasti bisa menulis? Kenapa tidak menulis di blog atau platform lainnya yang tersedia gratis?

Semua rasanya punya HP berkamera. Kenapa tidak mulai jadi youtuber? Nanti sesama teman satu SMA bisa saling subscribe 😉

Asal gak ngeprank keterlaluan seperti Ferdian Paleka saja.

***

Dan saya hampir melonjak gembira ketika mulai ada yang memberi “pengakuan” di kolom komentar. Ada yang mengaku sudah jadi youtuber dan disubscribe oleh seribu-an orang. Ada yang sudah rajin menulis di wattpad.

Wah keren pisan.

Apakah kita pernah memberi apresiasi?

Sekali lagi, saya yakin anak-anak muda ini akan menghadirkan keajaiban pada bangsa ini pada saatnya nanti.

***

Tangerang, 16 Mei Dini hari

Kategori
Artikel

Google Meet Segera Gratis

Kabar gembira…

Selama ini membuka rapat atau kelas online di google meet hanya bisa dilakukan oleh pemilik akun google suite saja. Inilah yang banyak dikeluhkan oleh para dosen dan guru yang kampus atau sekolahnya belum menggunakan google suite for education.

Namun sebentar lagi, semua pemilik akun gmail bisa menggunakan google meet secara gratis. Hal ini disampaikan di laman depan google meet.

Nah layanan ini akan gratis selamanya, hanya semua fitur secara maksimal bisa dinikmati sampai 30 September. Artinya walaupun gratis, setelah 30 September, pengguna gratisan dibatasi hanya bisa memakainya selama 60 menit saja. Tapi lumayan, kompetitor terdekatnya yaitu zoom hanya 40 menit.

Saya sendiri menggunakan google meet untuk keperluan pekerjaan seperti rapat atau mengajar. Cukup efektif. Bahkan fiturnya semakin disempurnakan. Video conference atau meeting/kelas bisa direkam dengan kualitas yang amat baik. Bukan video screen ya, tapi perekaman dalam sistem google sehingga mengurangi noise. Pengguna dari smartphone juga bisa melakukan “share screen”, fitur yang belum ada ketika saya menggunakan google meet di awal-awal. Peserta rapat atau meeting juga bertambah kapasitasnya, dulu hanya 100 sekarang menjadi 250.

Yang saya tunggu fitur live streaming sebetulnya, selama ini hanya dibatasi hanya bisa disaksikan oleh mereka yang berada dalam satu institusi saja (Contoh karena saya dari ..@untirta.ac.id, maka penonton live streaming hanya dari akun ..@untirta.ac.id), padahal kapasitas penonton sampai 100.000.

Kalau benar nanti live streaming bisa terbuka, wah ini lompatan luar biasa. Saya duga bakal banyak yang “hijrah” dari kompetitornya.

Kategori
Artikel

Catatan Dosen Youtuber Pembelajar

Saya sudah pernah menulis beberapa hal tentang beberapa aktivitas saya di youtube. Nah, tulisan ini merekam bahwa per-hari ini sudah terdapat 602 subscriber dan 2,772 jam tayang.

Screenshot 2020-05-01 22.58.07

Saya sadar ini bukan sprint, tapi marathon. Saya hanya mengambil momentum WFH yang membuat semua orang tetiba lebih banyak di depan laptop dan gawainya dan gak berani ke luar rumah.

Target saya akhir bulan ini syarat monetize akan terlampaui. Ada beberapa rencana yang segera dieksekusi.

Salam