Waktu rame-rame petisi, Pak Nuh yang masih jadi menteri berkomentar tak elok di media massa:

“Itu kan tidak elok. Selama ini sebelum ada tunjangan kinerja, guru dan dosen tidak pernah protes dengan gajinya mereka. Begitu ada tunjangan kinerja menjadi protes, berarti pada dasarnya mereka iri,” (http://news.okezone.com/read/2014/01/15/373/926577/mendikbud-guru-dosen-sudah-punya-tunjangan-profesi)

Nah, belakangan  kemudian Pak Nuh meminta maaf sambil menjanjikan formula baru tunjangan profesi, bisa lebih dari satu kali gaji pokok. Saya membuat screenshot pernyataan Pak Nuh yang disampaikan di Grup Dosen Indonesia tersebut.

surat m nuh

Nah, mestinya jika Pak Nuh serius – bukan sekedar memadamkan kebakaran — hal ini disampaikan ke penerusnya dan mestinya jika Pak Nasir juga serius, ditindaklanjuti dengan serius. Bagaimana Pak Nasir?

Oh ya, setidaknya tolong jangan hentikan tunjangan sertifikasi dosen yang tugas belajar, mereka sedang bertugas, bukan sedang bersenang-senang.

PNS di kementerian lain tetap mendapatkan tunjangan kinerja ketika sedang tugas belajar.

Update: Silahkan di baca KMK remunerasi di UNG di sini.

Tinggalkan Balasan