Saya sempat cerita kalau beberapa waktu lalu sempat ketemu pembimbing saya sewaktu di Jepun.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, sambil makan donat dan minum kopi di Bandara. Ia sekedar transit untuk malamnya terbang ke Haneda. Kami ngobrol ngalor ngidul, soal masa lalu, masa kini dan masa depan.

Sensei tak terlalu terkejut mendengar cerita-ceritaku soal dunia kampus di Indonesia. Ia lama terlibat di dunia pendidikan tinggi di Indonesia, sempat di dua kampus dan mengurusi beasiswa untuk para dosen dan birokrat juga.

Ia paham tensi politik di kampus di Indonesia seringkali tinggi sekali dan tak masuk akal.

Oh ya, ia menawarkan beberapa kegiatan kolaborasi internasional, termasuk bersedia sekali untuk menjadi pembicara tamu.

Wah senang, jalan internasionalisasi sebetulnya terbuka lebar.

Ehem sudahlah.

Tapi tampaknya tawaran paling menarik adalah kembali ke kampus di Kyoto barang beberapa bulan untuk menulis buku dan mengajar satu atau dua kelas.  Dan tentu saja untuk minum kopi di tepi sungai bebek…

bebek kamo

Tinggalkan Balasan