Konon Indonesia adalah negara yang penduduknya menggilai gelar akademik. Hal ini terlihat dari banyaknya pejabat dan politisi yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana, master maupun doktor. Di sebuah universitas terkemuka, berkali-kali media meliput sidang doktor para pejabat dan politisi.

Jika benar mereka mencari ilmu, sudah barang tentu penegelolaan negara ini dilakukan dengan mengindahkan kaidah-kaidah keilmuan. Namun kenyataannya tidak kan? korupsi yang jelas praktek pengingkaran kebenaran menjadi praktek lumrah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pusat sampe daerah.

Pertanyaannya, ilmu atau gelar yang dicari?

Jika kecurigaan bahwa mereka mencari gelar akademik, apakah gelar akademik mendorong prestasi dalam karir mereka? Atau gelar akademik memang memiliki nilai tingi secara sosial. Saya cenderung yang kedua.

Tengok saja, dalam beberapa acara pernikahan, gelar akademik disebutkan secara lengkap oleh MC.

Bagaimana menurut anda?

Oh ya, satu lagi perlu ada srvey persepsi terhadap orang Indonesia soal gelar akademik.

Tinggalkan Balasan