Akhirnya, walaupun tak secepat mencairnya salju di Kyoto, beasiswaku mencair juga. Lucu juga, padahal kemarinnya masih kirim email ke Mbak Mandiri dan Mbak Dikti soal progress pencairan. Dan Tumbennya pagi-nya mereka juga membalas email dengan semangat, maklum subject emailnya “please dibalas”, mungkin kasihan jadilah dibalas. Intinya, memang ada persoalan dengan teorisme, kena OFAC (kalo pengen tau bisa dicek disini: OFAC) atau bisa langsung cari nama anda disini. Abdul hamid sendiri ternyata cukup terkenal, begitu dicari muncul beberapa nama berbahaya, salah satunya dari Libya. Jadi kalau nama anda ada disini, pasti mesti bermasalah dengan transfer internasional, musti diklarifikasi.

Nah, sebelumnya juga aku bertemu Sensei dan curhat soal beasiswa. Sensei merasa kasihan dan menjadikanku Teaching Assistance (TA), lumayan buat tambah-tambah penghasilan :).

Begitu keluat dari ruangan Sensei, aku mengecek internet banking Shinsei Bank, alhamdulillah dana-nya masuk ke rekening. jadi double alhamdulillahnya, beasiswa turun dan jadi TA pula. Setidaknya minggu ini bisa bayaran. Nah, ini menarik juga waktu ngobrol sama Sensei, doi bilang kalau aku sebenarnya bisa dapat free tuition fee karena umurku dibawah 34. Tapi kan sudah dialokasikan pemerintah Indonesia (walaupun telat), jadi tetep musti bayar.

 

Tinggalkan Balasan