Mencukur Rambut Sendiri
Karena mencukur rambut di Barber Shop cukup mahal, sekitar 1500-3500 yen (monggo dikalikan 100 rupiah, he he), maka diputuskan membeli sendiri alat cukur. Di Kojima Shop, akhirnya kami mendapatkan alat […]
Catatan harian seorang Abah
Karena mencukur rambut di Barber Shop cukup mahal, sekitar 1500-3500 yen (monggo dikalikan 100 rupiah, he he), maka diputuskan membeli sendiri alat cukur. Di Kojima Shop, akhirnya kami mendapatkan alat […]
Ini topik penting untuk mereka yang akan menetap di Jepun untuk waktu cukup lama. Internet merupakan sarana mendasar untuk berhubungan dengan dunia luar, terutama kampung halaman. Nah ketika tahun lalu sampai Jepun aku juga langsung mencari provider internet yang bisa cepat dipakai karena kebutuhan mempersiapkan kedatangan keluarga dari Indonesia. Waktu itu saya memilih layanan wifi pocket 4G dari softbank. Baca […]
Berikut karikatur dari Mice yang pernah dimuat di Kompas Minggu beberapa waktu lalu (tanggalnya lupa) Sumpah deh, saya gak perneh mesen ke Mice untuk membangun pencitraan, he he
Tadi pagi aku melapor ke perpustakaan bahwa aku mendapatkan email beberapa kali bahwa aku belum mengembalikan dua buku perpustakaan. Pasalnya aku sudah mengembalikan kedua buku itu. Petugas membaca email tersebut dan melakukan beberapa pengecekan, namun nampaknya belum menemukan jawaban, kenapa ada email terkirim padahal aku sudah mengembalikan. Akhirnya mereka bilang akan mencari tahu. Nah beberapa menit lalu petugas perpustakaan mencariku […]
Di Kampusku, Doshisha University tak ada parkir mobil. Lha apakah dosen dan mahasiswa-nya miskin-miskin? Ha ha, tentu saja tidak. Ini semacam kebijakan memaksimalkan kampus sebagai tempat belajar dan bukan tempat […]
Alhamdulillah, sehari menjelang ramadhan, sakit ini menjadi sembuh. Obatnya, ternyata bukan (saja) tolak angin dan oskadon. Kiriman copy-an SK Lektor kepala yang dikirim oleh sahabat saya, Anis meluruhkan segala beban psikologis. Walaupun sudah tahu sejak lama, namun melihat SK secara langsung tetap saja menggembirakan. Mungkin bagi dosen lain, hal ini biasa-biasa saja. Tapi buat saya yang menganggap bahwa menjadi dosen […]
Sejak kamis badan ini sudah gak enak. Apalagi pulang dan pergi kehujanan naek sepeda. Hmm beberapa hari ini memang gak bisa tidur, entah kenapa. Makanya jumat walaupun ada acara di kampus, memutuskan istirahat total, berbaring saja. Berobat? tentu saja pilihan paling rasional, pastinya dokter disini jauh lebih bagus dan aku memiliki asuransi kesehatan. Namun perasaan mengalahkan rasionalitas, ah paling masuk […]
Padahal nggak gatel, tapi saya kena garuk. Bukan saya yang digaruk sih, tapi sepeda kenangan yang sudah menemani hampir delapan bulan. Tak hanya punya saya, punya istri juga kena garuk. Ceritanya sekitar jam 1 siang, seusai istri kursus bahasa Jepun, kami duduk sambil ngopi di pinggir sungai Kamo. Nah darisana kami berangkat menemui kawan dari Indonesia di Ginkakuji. Sepeda kami […]
Saya orang yang suka berdiskusi. Namun kadangkala, baik di dunia nyata atau di dunia maya kita bertemu dengan orang nyebelin. Orang nyebelin ini menurut saya ditandai dengan banyak bicara tentang hal yang dia gak tau banyak dan ngeyel dengan argumentasi “pokok”-nya. Kalau sudah bertemu orang semacam ini, biasanya saya ngeliyep, dan mengakhiri kehadiran. Kalau di dunia nyata ya menyelinap pergi […]
Dari semalam kami panik, soalnya Guru-nya Ayu mau datang. Jadilah beres-beres mendadak yang menghasilkan dua karung sampah. Maklumlah, menjaga nama baik Ayu ceritanya. Pagi masih beres-beres dan menyemprotkan pewangi. Ilham kemudian berangkat sama Ibun ke Kyoto Botanical Garden (Kebun Raya Kyoto), sementara aku berangkat ke Bank. Yups, membayar tuition fee sebanyak 313.000 yen. Lebih banyak dari yang dibayar dikti, alias […]
Hari in pertama kali jadi TA. Kemarin-kemarin masih membereskan berkas. Tugas pertama memfotocopy empat buah buku dari Sensei, “Dicopy dua kali, satu buat kamu satu buat kuliah nanti”. “Buku yang mana Sensei?” sahutku “Terserah yang mana aja, sesuai minat kamu aja” alhamdulillah, ini namanya dikasih copy-an buku, tapi fotocopy sendiri, he he. Dibayar pula memfotocopy-nya, 2500 yen per-satu setengah jam. […]
Sudah dua hari ini penampilanku seperti mahasiswa pehade. Kamsudnya berjalan-jalan di lorong kampus membawa buku tebal-tebal 😉 Kemarin dari ruang Sensei disuruh fotocopy buku empat biji, tebal-tebal — belum dikerjain sih, cuma gaya aja pas bawa-nya, kayak mahasiswa S3 beneran, he he. Nah hari ini juga gaya-nya sama, mampir ke office Global Studies buat nyerahin form TA, eh mampir perpus. […]